Header Ads

header ad

1. Mengingat Mati dan Saat-saat yang Menakutkan



Wahai saudaraku yang tercinta, di antara perkara yang membantu seseorang memanfaatkan waktunya adalah agar dia memperbanyak mengingat kematian dengan hati, lisan. dan pikirannya. Demikian itu dikarenakan kematian adalah akhir kehidupan setiap makhluk. Kematian memisahkan antara dunia dan alam barzah. Jika manusia banyak mengingat kematian, maka dia akan menjadi orang yang bergegas menuju kebaikan dan memanfaatkan waktu luangnya. Jika hati lalai dari mengingat kematian dan lupa bahwa dia nanti akan meninggalkan dunia, maka hatinya akan mengeras, rusak, dan bermalas-malasan untuk taat. Oleh karena itu, Sa'id bin Jabir Rahimahullah berkata, “Seandainya hatiku tidak lagi mengingat kematian, tentu saya takut hatiku menjadi rusak.“(25).

Kemudian, ingatlah saat-saat kematian, saat menakutkan yang akan dilalui oleh setiap orang. Setiap orang di antara kita juga akan mengalami sakaratul maut, derita, dan kesulitannya. Betapa menyakitkan saat-saat itu? Betapa sakit dan menderitanya orang yang sedang mengalami saat kematian itu? Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapinya?!! 

Renungkanlah wahai saudaraku, saat orang mengalami masa yang menegangkan itu, saat terlintas di depannya semua rekaman kehidupannya! Pada saat yang menakutkan itu, dia menyesali segala perbuatannya, mengapa waktunya tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bahkan, menyesali setiap saat dari umurnya yang telah dimanfaatkan untuk selain ketaatan kepada Allah!! Demi Allah, seandainya dia bisa menangis dengan darah sebagai pengganti air mata, dia akan melakukan! Dia akan berteriak karena menyesali hari-harinya yang berlalu tanpa ketaatan kepada Tuhannya. Akan tetapi, derita kematian dan rasa sakitnya telah menjadikan lisannya kelu, badannya lemas, serta kekuatannya hilang. Dia tidak lagi memiliki apa-apa, kecuali angan-angan yang penuh dengan penyesalan atas apa yang telah dilakukannya tanpa mendapatkan keridhaan dari Allah. Yang diharapkan oleh orang yang telah didatangi kematian, tidak lain hanya satu, yaitu seandainya dia bisa kembali ke dunia walaupun hanya satu jam, dia akan memanfaatkan waktunya itu dengan sebaik-baiknya dan akan mengganti hari-hari yang telah 
dilaluinya tanpa ketaatan kepada Allah. Apakah harapan itu akan terpenuhi? Dengarlah firman Allah dalam kitab-Hya, 

“(Demikianlah keadaan orangorang kafir itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, 

'Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang salih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekalikali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucap kannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan'. ” (Al-Mukminuun: 99-100) 

Benar, tidak mungkin harapan itu terpenuhi! Waktu beramal telah berlalu dan telah datang waktu perhitungan serta pembalasan! Oleh karena itu, wahai saudaraku seiman, apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi saat-saat yang menakutkan itu. Apa yang akan kamu persembahkan untuk menghadapi saat-saat yang akan segera menghampirimu itu. Janganlah malas, lalai, dan menyia-nyiakan waktu. Sungguh, itu adalah sejelek-jelek bekal. Anda harus berlomba menuju amal salih dan memanfaatkan waktu luang. Alangkah baiknya bekal itu! 

Dengarlah perkataan lbnu Al-Jauzi, “Wahai orang yang umurnya terbatas dan badannya setelah kematian dimakan ulat! Aku melihat kamu selalu dalam kekurangan sejak kamu di ayunan hingga kamu mendekati saat-saat kematian. Wahai orang yang usianya berjalan dari waktu ke waktu, wahai orang yang sedikit bekalnya ...."(26)

Wahai saudaraku, apakah kamu menyadari perkataan ini. Kamu harus dapat membedakan yang salah dari yang benar!! 
Wallahu' alam bishawaab
---------------
Foot Note:
(25)” Hilyatu Al-Auliya karya Abu Na'im Al-Ashbahani. 
(26).AI-Mudhisy karya Ibnu AI-Jauzi
--------------
Dikutip kembali dari buku :
١٢٥ طريقة لحفظ الوقت
125 Cara Memanfaatkan Waktu. Penulis: Abu Al-Qa'qa bin Sholih bin Ibrahim Ishaq Ash-Shai'iri)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
" Selamat Datang di Website Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau Indonesia "