Header Ads

header ad

Meluruskan Motivasi Juara MTQ


KEINGINAN untuk menjadi yang terbaik (juara) dalam setiap pertandingan atau lomba adalah hal lumrah. Itulah salah satu motivasi bagi peserta. Termasuk motivasi dalam lomba membaca, memahami dan menguraikan isi dan kandungan alquran yang lebih dikenal dengan MTQ (Musbaqoh Tilawatil Quran). Harapan untuk mendapat predikat juara dalam MTQ tentulah keinginan yang wajar bagi peserta selama dasar ikut lomba itu sendiri adalah karena berbuat kebaikan saja.
Saat ini (9/2-5/3) di Kabupaten Karimun tengah dilaksanakan MTQ Tingkat Kecamatan se-Kabupaten untuk menghadapi MTQ Tingkat Kabupaten tahun 2018 nanti. Dari MTQ Tingkat Kabupaten Karimun itu nanti akan lahir para peserta yang akan brlomba di MTQ Tingkat Provinsi Kepri.

Sudah pasti, di setiap tingkat MTQ para pesertanya akan menginginkan menjadi yang terbaik dan akhirnya menjadi juara. Selain akan menjadi utusan ke MTQ setingkat di atasnya, para peserta juga akan mendapatkan berbagai penghargaan dan hadiah. Ini juga satu hal lain yang menjadi motivasi dalam lomba seumpama MTQ ini.

Apapun motivasinya, yang perlu diperhatikan tentu saja bagaimana niat awal sebelum munculnya motivasi tersebut. Sudahkah pada posisi yang benar dan lurus niat yang mengawali motivasi tersebut? Ini penting karena dalam keyakinan agama kita niat adalah penentu nilai dan hasil perbuatan dan tindakan. Bagaimana perbuatan dan tindakan kita dinilai, itu tergantung bagaimana niat kita dalam melakukannya.

Jika ikut MTQ sudah diawali dengan niat yang luru (baik dan benar), maka keikutsertaan dalam MTQ itu tidak akan menjadi sia-sia. Tapi jika niatnya tidak tepat, maka otomatis hasil apapun yang didapatkan, di mata agama tetap saja tidak baik.

Qori/ qoriah yang masih memegang perinsip 'berlomba dalam kebaikan' sebagaimana dinukilkan alquran atau berlomba semata syiar agama, maka hasil yang didaptkan akan tetap bernilai mulia di sisi  Allah. Namun jika niatnya semata hadiah atau untuk menyombongkan suara dan kompetensinya saja, misalnya maka nilainya tetaplah menjadi ria dan itu jelek di mata-Nya. Maka luruskanlah niat dan motivasi dalam berlomba pada ajang MTQ di tingkat apa saja.***

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
" Selamat Datang di Website Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau Indonesia "